Tanggal 1 April 2009 kemarin aq dapet kesempatan cuap cuap di radio (Suara Mitra Surabaya / 91.70 FM) letaknya di polda JATIM. Hehehe meskipun ga menjadi narasumber utama setidaknya jadi narasumber kedua (soalnya nara sumbernya cuman 2 heheheh). Pertama sih agak dagdigdug (padahal cuman modal suara gimana klo nampang di kamera coba), btw karena sudah pernah cuap cuap juga di hardrock FM surabaya bareng temen temen KLAS jadinya ya hilanglah dagdigdugnya.
Kembali ke cerita, di radio kemaren kita membahas masalah pentingnya migrasi ke opensource untuk menghindari pembajakan. Nih klo mau tahu beberapa contekan materi kemaren, artikel ini disampaikan oleh bapak Hengki Suhartoyo lho.
Pentingnya Migrasi Ke Open Source Software
Kebutuhan software diberbagai kalangan mulai dari kebutuhan personal sampai kebutuhan corporate skala enterprise sangat beragam dan memerlukan biaya yang tidak kecil bila menggunakan proprietary software. Dengan mahalnya harga proprietary software mendorong Indonesia menjadi pembajak software yang cukup diperhitungkan di dunia.
Berdasarkan survey dari BSA (Business Software Alliance) dan Incorporated Data Services (IDC) terhadap 108 negara di dunia sepanjang tahun 2007. Indonesia adalah salah satunya. Dari segi peringkat, Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari posisi 8 pada 2006 ke posisi 12 pada 2007. Persentase pembajakan tersebut, setara dengan kerugian sebesar 411 juta Dollar AS di sektor piranti lunak
Disamping itu pembajakan perangkat lunak juga merugikan para perusahaan sector teknologi informasi local yang sekarang berjumlah kurang lebih 300 perusahaan dengan 10% perusahaan perangkat lunak. Minimnya pengembang local ini juga pengaruh dari adanya pembajakan.
Dari fakta-fakta diatas maka TIMNAS PPHKI (Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual) akan menggelar kampanye nasional Hak Kekayaan Intelektual (HKI) anti penggunaan piranti lunak illegal, mulai 1 Februari hingga 30 Juni 2009.
Bagi para penggiat dan pengguna open source software hal ini bukanlah ancaman tetapi menjadi momentum untuk lebih membumikan open source software di Indonesia. Dan bagi yang masih menggunakan software bajakan agar segera melegalkan produknya dengan membeli software asli atau segera hijrah dengan menggunakan software open source yang gratis dan halal.
Migrasi ke open source menjadi penting karena beberapa alasan berikut:
- Legal, menggunakan open source software berarti kita menggunakan software dengan lisensi GPL (General Public License) yang memiliki 4 fondasi utama yaitu:
- the freedom to use the software for any purpose,
- the freedom to change the software to suit your needs,
- the freedom to share the software with your friends and neighbors, etc
- the freedom to share the changes you make
- Kebebasan untuk menggunakan software untuk berbagai kepentingan.
- Kebebasan untuk merubah software sesuai dengan kebutuhan kita
- Kebebasan untuk berbagi software dengan teman, tetangga dan semua orang
- Dan Kebebasan untuk membagikan apa yang telah kita rubah
- Murah, menggunakan software open source kita tidak perlu membeli software, cukup dengan download gratis atau ngopi dari teman atau hanya sekedar mengganti ongkos kirim CD saja. Bahkan departemen pertahanan Amerika Serikat untuk menghemat anggaran TI (Teknologi Informasi) pada tahun 2009, mereka menggunakan open source software.
- Aman, software open source telah terbukti aman digunakan daripada software berbayar (proprietary) karena kekomplekan proprietary software menciptakan celah yang mudah dimasuki hacker atau virus. Alasan ini juga dugunakan oleh gedung putih dan departemen pertahanan Amerika untuk memilih software open source. Disamping itu source code dari software open source juga bisa kita pelajari atau dirubah sesuai keinginan kita. Bahkan pada beberapa server Microsoftpun menggunakan Linux untuk servernya
Selain alasan diatas masih banyak alasan lain untuk segera migrasi ke open source. Tetapi untuk migrasi pada system yang cukup kompleks, harus disertai tahapan-tahapan dan perencanaan yang matang. Dengan migrasi ke open source kita membantu Indonesia untuk segera hilang dari daftar hitam Negara-negara pembajak di dunia.
Sumber : Hengki Suhartoyo, Unitomo